Anggota DPRD Lingga Sui Hiok Minta Pemkab Lingga Lakukan Sidak ke Dinas Kesehatan

0
522
Dok. Indonesia Today

Lingga today | Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lingga, Sui Hiok berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga segera di investigasi, terkait kurangnya ketersediaan obat obatan sehingga pasien harus beli obat di luar, tidak hanya itu saja, juga peralatan medis lainnya juga tidak ada seperti benang jahit kebutuhan operasi maupun kebutuhan labor.

saya sangat kecewa atas permasalahan dilingkungan Dinas kesehatan yang tak kunjung selesai, katanya Jumat (25/5) kemarin , katanya setelah mengetahui tidak adanya ketersediaan Obat-obatan dan beberapa bahan lainnya serta Labotarium yang kurang memadai di Rumah Sakit (RS) Encik Maryam, Daek.

Benang jahit untuk kebutuhan pasien rujukan untuk operasi saja tidak ada, yang konon katanya kepala dinas kesehatan sudah mengirimnya.

“Seberapa jauh sih Daik ke Dabo itu ?,” Ucap Sui Hiok dengan kesal.

Diceritakannya, ada seorang pasien dari Kecamatan Senayang dengan kondisi mau melahirkan. Setelah dibawa ke Pustu di Desa Temiang, namun harus dirujuk ke Puskesmas Tajur Biru.Lagi-lagi dokter Dokter Puskesmas tak mampu untuk menangani karena diindikasikan harus dioperasi.

Salah satu upayanya pihak Puskesmas meminta keluarga pasien untuk merujukan ke Rumah Sakit Encek Maryam di Daik.

Namun, terang Sui Hiok rencana merujuk pasien ini dibatalkan hanya gara-gara benang jahit opetasi tidak ada, yang akhirnya terpaksa ditengah malam pasien dilarikan ke Rumah Sakit Tanjungpinang. Terangnya.

Terkait kekurangan ini Sayapun langsung menghubungi Direktur RS Encek Maryam. Ternyata benang untuk jahit bekas operasi memang tidak ada ! Saya bingung dengan pelayanan kesehatan Kabupaten Lingga.

Menurutnya komisi II DPRD lingga juli tahun lalu pernah mengadakan sidak ke Rumah Sakit Encek Maryam Daik, di sana terbaca anggaran pembelian Obat-obatan sebesar Rp 2,1 miliar dan realisasinya sebesar 92 persen besaran pengeluaran Rp 1,9 miliar lebih.

“Tapi dikemanakan Obat-obatan tersebut,” kata Sui Hiok

Seharusnya dengan anggaran Rp 1,9 miliar lebih tersebut, obat obatan bisa berlimpah di setiap Rumah Sakit, Puskesmas atau Pustu. Bukan malah, menyuruh Pasien-beli obat di apotek-apotek luar. Ini di buktikannya 3 hari yang lalu, ” saya singgah di Rumah Sakit Encek Maryam Daik dan menanyakan kepada pasien-pasien, ternyata mereka membeli Obat diluar”. Katanya menunjukkan kekesalan.

“Saya benar-benar heran, padahal ini pelayanan dasar kesehatan masyarakat. Jangan kesannya kita tidak mampu,” ucapnya

Untuk itu ia berharap, Dinas Kesehatan harus diinvestigasi lebih jauh.“inikan menyangkut nyawa orang jangan sibuat main-main.

Masalah Anggaran untuk Pembelian Obat ini perlu dicek kemana saja dengan anggran 1,9 miliar lebih itu,” tandas Sui Hiok.

Juhari/Haryanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here