Harga TBS Sawit Anjlok, Pemda Harus Panggil Pihak Perusahaan

0
196
Dok. Pilarbangsanews.com

Sumbar today | Kini petani sawit di beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, mengeluh dengan anjloknya harga TBS (tandan buah segar). Hal tersebut terlihat dari harga beli pedagang pengumpul yang hanya berkisar Rp.700/kg.

Anjloknya harga TBS ditingkat pedagang berkaitan dengan turunnya harga pembelian pabrik. Kondisi ini telah berlangsung beberapa bulan yang lalu dibeberapa wilayah kabupaten/kota di Sumbar.

Padahal di provinsi Lampung Jambi, Riau dan daerah lain harga ditingkat petani mencapai Rp 1.200,-/kg. Harga pabrik Rp 1.600/kg. “Anehnya, anjloknya harga sawit di Sumbar sering terjadi disaat ada pemilukada ataupun Pileg,” kata seorang petani sawit di Dharmasraya. Kemarin, sabtu (30/06).

Menurutnya, turunnya harga sawit ini disebabkan Pemkab di Sumatera Barat tidak memiliki kewenangan ikut dalam menentukan harga. Sehingga pengusaha yang bergerak di sektor perkebunan maupun pedagang pengumpul dapat menekan harga.

Di Palembang misalnya harga sawit ditingkat pedagang pengumpul kini masih bertahan sekitar Rp 1600/kg, karena dalam pematokan harga di Palembang, Jambi dan Bengkulu, benar benar diatur dan ditentukan oleh (Dinas Perkebunan) pengusaha GAPKI, Akpasindo dan LSM. sehingga harga sawit ditingkat pedagang pengumpul sampai ke pabrik harus mempedomani patokan harga yang telah disepakati,” ujar sumber media ini.

Sebenarnya dalam penetapan harga hampir di semua Provinsi memiliki regulasi dalam mengatur harga sawit, bahkan Disbun bersama pengusaha dapat melakukan penetapan harga yang didampingi GAPKI, Akpasindo dan LSM.

Harga dipatok dengan rumus baku yang telah diatur dalam Perda dan hampir berlaku secara nasional. Disebabkan Perda belum diatur, maka pengusaha bisa seenaknya, tanpa ada dasar hukum yang bisa menjerat praktek lintah darat dari pengusaha tersebut.

Jika saja Pemda Pesisir memiliki regulasi dalam pematokan harga sawit, tentu Pemda punya wewenang menegur serta memberikan sanksi kepada pemilik pabrik yang beroperasi di wilayah itu.

Belum diketahui secara pasti penyebab anjloknya harga sawit ditingkat pabrik turun harga sekitar Rp.1.140 hingga Rp1.110/kg. Nominal tersebut Jauh berbeda dengan harga didaerah lain.

Pemda di Sumbar terkesan tak berdaya lantaran tidak adanya dasar hukum yang mengatur hal tersebut. Hal ini diakui Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, bahwa Pesisir Selatan belum memiliki perda yang mengatur harga sawit didaerahnya.

Oleh karena itu, kami tidak dapat merespon jika petani sawit di daerah ini mengeluh dengan anjloknya harga beli tersebut, baik itu ditingkat pedagang pengumpul maupun harga jual ke pabrik yang ada di wilayah ini. terangnya.

Kami akan mengkaji dan mengupayakan agar secepatnya Pessel memiliki perda terkait penentuan harga yang berhubungan dengan perkebunan sawit. Namun, tidak menutup kemungkinan Pemda dan DPRD Pesisir Selatan akan meminta keterangan pihak perusahaan terkait anjloknya harga sawit tersebut dari sebelumnya. Pungkas Hendrajoni.

YY/red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here