Giat Baksos Rangkaian HUT Yonif Raider 100/PS Ke-53 Pecahkan Rekor Muri

0
40
Dok. Pendam I/BB

BINJAI today | REKOR MURI Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 100 bersama Lion Club menggelar kegiatan pengobatan akupuntur dengan pasien terbanyak. Selama kegiatan ini berlangsung diikuti oleh ribuan pasien yang dilaksanakan di Desa Namu Ukur Utara, Sei Binge, kemarin, Minggu (14/10).

Acara hari ini merupakan bakti sosial berupa pengobatan akupunktur dalam rangka rangkaian HUT ke-53 Batalyon Infantri Raider 100/PS. Pihak Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia dan Lion Club mendatangkan 24 akupunkturis dari Perkumpulan Naturopatis Indonesia.

Danyon Raider 100/PS, Letkol Inf Lizardo Gumay mengatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Lion Club dan Akupunkturis. Lizardo Gumay terlihat ikut serta diakupuntur dalam kegiatan yang telah menorehkan Rekor MURI Pengobatan Akupuntur kepada Pasien Terbanyak.

“Saya sangat berterima kasih atas kegaiatan Lion Club yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Dan tadi bertepatan dengan HUT ke-53 Raider 100/PS. Harapan ke depan bisa terus terjalin kerja sama yang baik ini,” katanya.

Dikatakan Lizardo Gumay, bahwa pada kegiatan pengobatan gratis ini dia merasakan langsung efek postif akupuntur. Dia merasakan aliran darah di bagian kepalanya menjadi lancar setelah diakupuntur oleh para ahlinya.

“Tadi saya juga diakupuntur, kebetulan saya merasakan dibagian kepala agak terasa berat, mungkin karena masuk angin, dan setelah diakupuntur langsung terasa ringan,” ungkapnya.

Akupuntur ini tujuan utamanya adalah untuk melancarkan sirkulasi darah, Terapi Akupuntur tersebut oleh sebagian besar masyarakat Tionghoa sebagai pengobatan tradisional yang efektif dan sudah turun temurun dipercaya bisa mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit.

Lizardo melanjutkan, terapi akupuntur ini dirasakannya benar-benar efektif sebagai pengobatan berbagai macam penyakit, ia juga mengungkapkan sebelumnya dirinya pernah tertembak di bagian kaki saat bertugas di Aceh, dan untuk mengatasi dampak luka dalamnya, akupunturlah yang dirasakannya ampuh.

“Saat itu kaki saya sering mengalami kesemutan akibat bekas luka tembak. Setelah di akupuntur baru terasa banyak perubahan, dan kini sudah sembuh total, yang semula sering terasa kesemutan kini menjadi ringan.” ungkapnya.

Perwakilan Lion Club sekaligus panitia, Dr Jimi Wihono didampingi Shinshe Wianry Wirianta, SH. mengatakan, kegiatan pengobatan akupuntur ini juga didukung oleh Yayasan IGP sedunia dan Lions Club Medan Gaharu. Kata Jimi mengatakan, PNI sangat bangga bisa bekerjasama dengan Batalyon Infantri Raider 100/PS melalui Komando Letkol inf Lizardo Gumay untuk dapat saling berbagi dengan masyarakat dan pasukan infanteri raider 100/PS.

“Pasien utama dari Raider dan keluarga, Namun, banyak juga masyarakat sekitar antusias mengikuti cara pengobatan akupuntur ini, termasuk pegawai dari puskesmas dan perwakilan Dinkes Langkat,” katanya.

“Akupuntur intinya untuk melancarkan sirkulasi darah. Karena dalam pengobatan tradisional Tionghoa, kami percaya bahwa apabila lancar maka tidak akan sakit, penyebab sakit itu dikarenakan peredaran darahnya tidak lancar,” ungkap Dr Jimi Wihono.

Dari pantauan awak media dilapangan, kegiatan ini disambut antusias stakeholder dan masyarakat. Estimasi semula hanya 1.000 pasien, ternyata dalam pelaksanaannya mencapai 1.518 pasien. sehingga pihak Lion Club dan Perkumpulan Naturopatis Indonesia berhasil menorehkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia No 8676/R. MURI/X/2018 tentang Pengobatan Akupuntur dengan Pasien Terbanyak.

redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here