Kemenpar : Wisatawan Millennials Miliki Potensi Besar

0
35

JAKARTA |Today – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik wisatawan milenial yang dianggap memiliki potensi besar. Melalui Focus Group Discussion (FGD), Kemenpar menyiapkan strategi untuk menjaring wisatawan milenial.

“Dengan tema FGD kali ini yakni ‘Strategi Pemasaran yang Efektif untuk Merebut Pasar Millennial Tourism’, digital dan milenial menjadi program strategis pertama Kemenpar, Digital dan milenial sangat erat kaitannya. Kenapa pariwisata bisa tumbuh besar, karena digital. Yang membuat kita berbeda dengan yang lain, adalah kita menggunakan digital. Karena lifestyle saat ini sudah berubah dan milenial adalah masa depan,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Jakarta Pusat‎ , Kamis (24/10/2018).‎‎

Berdasarkan survei Everbrite-Harris Poll 2014, generasi milenial lebih memilih menghabiskan uang untuk mendapatkan pengalaman. Buat mereka, hal itu lebih penting dibandingkan material goods. Peluang ini yang tak mau disia-siakan Kemenpar.

“Milenial itu sangat digital. Saya sering menyebut ‘The more digital the more personal’. Dalam dunia digital, apapun yang akan kita lakukan, sudah kita ketahui. Saya mengelompokan mereka menjadi beberapa bagian. Pertama millenial yang memiliki needsdan behavior. Khususnya karena mereka sangat tergantung pada teknologi dan sosial media,” jelas Arief.

Milenial juga menjadi segmen yang penting karena jumlah dan influencing power-nya. Dengan kata lain ‘Big and Loud’. Untuk itu, Arief menilai diperlukan pengembangan strategi marketing, khususnya sebagai inisiatif untuk mengkapitalisasi potensi masa depan industri pariwisata.

“Who win the future, wins the game,” tambahnya.

Sementara itu, Founder & Chairman MarkPlus, Hermawan Kartajaya, mengatakan bahwa pasar milenials atau Gen Y adalah populasi terbesar di kawasan regional, sehingga menjadi target pasar mayoritas brand.

“Dengan dorongan teknologi, milenial menjadi generasi yang kreatif, aktif, dan inovatif. Plus mereka mengenyam pendidikan lebih baik dari pendahulunya. Sehingga milenial mampu menyerap informasi dengan baik dan aktif di media sosial,” ujarnya.

Menurut Hermawan Kartajaya, milenials sangat percaya terhadap influencers dibandingkan endorsers. Instagram menjadi salah satu channel yang paling mereka gemari. Kemampuan brand untuk mengemas produk mereka secara instagramable pun menjadi kewajiban untuk memikat milenial.‎

“They loves to buy instagramable item. Bahkan saat makan saja, mereka harus mengambil gambar yang instagramable lebih dahulu untuk diunggah ke Instagram,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan bahwa pada 2019 lebih dari 50 persen pasar wisata Indonesia sudah didominasi milenial.

“Wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama,” kata dia.

Untuk pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai hingga 57 persen. Di Tiongkok generasi milenial akan mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta. (Monty)‎

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here