“Bengkel Numerasi”, Angin Segar Bagi Para Guru dan Kepala Sekolah di Kecamatan Lekok

0
32
Foto: Dok [indonesiatoday]

PASURUAN today | Fasilitator Daerah (Fasda) bersama dengan Tim Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menyelenggarakan monitoring dan evaluasi (Monev) perdana pada 16 sekolah sasaran program Bengkel Numerasi di Gugus 3 dan 4 Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan.

Fifi Khoirul Fitriyah yang merupakan Pimpinan Proyek “Bengkel Numerasi”, mengungkapkan bahwa monev ini dilakukan sebagai bahan evaluasi pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru baik kelas 1, 2 dan 3.

“Dan juga sebagai masukan bagi tim Unusa untuk merancang kebutuhan mentoring pada pertemuan KKG selanjutnya, sehingga diharapkan Inovasi-inovasi pembelajaran matematika dapat terus dilakukan.,” terangnya. Kamis, (29/11).

Ketua Gugus IV, Hadi Sanyoto mengatakan, program “Bengkel Numerasi” ini merupakan angin segar bagi para guru dan kepala sekolah di Kecamatan Lekok.

Dirinya juga mengungkapkan kegembiraannya atas kedatangan tim UNUSA dengan membawa program Bengkel Numerasi keseluruh SD di gugusnya.

“Kami termasuk sekolah-sekolah yang beruntung karena ditunjuk oleh INOVASI dalam menjalankan program ini, memang siswa-siswa kami bermasalah dalam khususnya operasi hitung, ya calistung lah” ungkapnya.

Sementara itu, Pengawas Sekolah, Hari Subagyo menjelaskan, bukan hanya guru dan Kepala Sekolah yang senang dengan adanya program Bengkel Numerasi ini, Pengawas Sekolah yang bertugas pun sangat mendukung berjalannya program ini.

“Hal ini terbukti dengan partisipasi seluruh pengawas sekolah yang juga tidak kalah antusiasnya dengan guru dan kepala sekolah, tandas Subagyo.

“Sebagai Pengawas Sekolah, saya berharap Bengkel Numerasi ini nantinya dapat meningkatkan (1) mutu pembelajaran matematika di kelas, (2) nilai matematika siswa, dan (3) profesionalisme guru,” tambah dia.

Bengkel Numerasi merupakan program hibah kemitraan dari Pemerintah Australia melalui Inovasi Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) yang salah satunya adalah bermitra dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

Dalam Bengkel Numerasi ini basis yang digunakan adalah model pembelajaran matematika berbasis PMRI (Pembelajaran Matematik Realistik Indonesia).

(ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here