Home / Berita Terbaru / Luar Biasa ! Budidaya Lele Dumbo Didesa ini Mulai Berkembang
Budidaya Lele Dumbo

Luar Biasa ! Budidaya Lele Dumbo Didesa ini Mulai Berkembang

MALANG today | Budidaya ikan mulai merambah pelosok desa, termasuk di Dusun Jabon, Desa Tulungrejo, Kecamatan Ngantang. Ikan jenis lele Dumbo ini dibudidayakan kelompok ternak (Poknak) Jabon Sae, yang terdiri dari 53 orang.

Budidaya ikan lele dumbo didesa itu dimulai pada bulan Januari 2019, dan bila dihitung hingga bulan oktober ini, baru berjalan 10 bulan alias belum genap setahun.

Ketua Poknak Jabon Sae, Sudori (48 th), menjelaskan seputar aktivitas peternak ikan lele Jumbo didesa tersebut. minggu,(13/10).

“Budidaya lele dumbo ini bersumber dari dana desa disektor pemberdayaan. Ada alokasi pemberdayaan untuk ternak lele dumbo ini,” jelasnya.

Dikatakan Sudori, dana alokasi khusus ternak ikan lele dumbo tersebut mencapai Rp 15.000.000, dan digunakan sebagai modal awal usaha Poknak Jabon Sae, seperti pengadaan drum, peralatan maupun perlengkapan.

Terakhir kalinya panen ikan, pada bulan September lalu, dengan hasil sebesar Rp 13.000.000.

Peternakan ikan lele dumbo tersebut ditempatkan dalam “green house” berukuran lebar 12 meter, dan panjang 32 meter. Ada 5 drum berukuran diameter 3 meter, dan tinggi 1,4 meter, yang diletakkan berjejer.

Dikatakan Sudori, banyak sedikitnya ikan dalam drum, tergantung ukuran, dan usia ikan. Dari 5 drum tersebut, 2 drum diisi 5.000 bibit ikan, dan 3 drum lainnya diisi 3.000 bibit ikan.

“Bibit ikan, kita masih belum bisa produksi sendiri. Bibitnya, kita beli dari Pare (Kediri). Per-satu ekor harganya Rp 100. Kalau kita beli 5.000 ekor, harganya Rp 500.000,” jelasnya.

Gianto (47 thn) yang juga anggota Poktan Jabon Sae menambahkan, dibutuhkan 12 sak pakan ternak dalam kurun 3 bulan. Harga satu sak pakan ternak sebesar Rp 250.000, sehingga dibutuhkan Rp 3.000.000 untuk 12 sak dalam 3 bulan.

BACA JUGA :  Kasrem 032 Released Wirabraja Offroad II Participants

Lanjut Gianto, saat masa panen atau penjualan, tiap 1 kilogram terdiri 12 hingga 15 ikan, atau bila dibuat rata-rata, bobot per-satu ikan sudah mencapai , 67 gram hingga 84 gram.

Per-satu kilogram, ikan dijual seharga Rp 13.000 hingga Rp 15.000. Naik turunnya harga jual dipengaruhi besar kecilnya kebutuhan pasar.

Berdasarkan hitungan matematika, hasil jual ikan diperkirakan mencapai Rp 12.000.000 hingga Rp 14.000.000. Sedangkan asumsi laba kotor, didapat nominal rupiah sebesar Rp 3.000.000 hingga Rp 5.000.000.

Sementara itu, Sudori mengungkapkan, dalam prakteknya, ada kendala non teknis, yaitu pemasarannya, sedangkan teknis, budidaya ikan yang sudah berjalan hingga saat ini, bisa dikatakan cukup sukses.

Pangsa pasar masih sebatas seputaran Malang, itupun didominasi sekitaran Kecamatan Ngantang. Pemasaran inilah yang menghambat berkembangnya budidaya yang sudah berjalan hampir setahun itu.

Apabila kesulitan pemasaran yang saat ini dihadapi sudah mendapatkan solusinya, Sudori optimis, Poknak Jabon Sae akan lebih dikembangkan lagi, khususnya budidaya ikan lele dumbo. Terlebih lagi, Poknak Jabon Sae memiliki potensi untuk menjadi besar, lantaran luasnya lahan yang masih bisa difungsikan. (Dodik)

Check Also

Indonesiatoday.co.id

Welfare Members Dandim 0506/TGR MoU With BJB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *